![]() |
| Foto ilutrasi di peragakan |
BANGKA BARAT – Nasib nahas menimpa seorang kolektor timah berinisial AHN di wilayah Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Setelah kapal yang diduga mengangkut timah selundupan miliknya mengalami kecelakaan laut beberapa waktu lalu, AHN kini berhasil diamankan oleh Satuan Tugas (Satgas) Halilintar pada Rabu, (10/12/2025) kemarin, dengan barang bukti sekitar tujuh ton timah.
Peristiwa ini seolah membenarkan pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga” bagi AHN, yang disebut-sebut sebagai otak di balik upaya penyelundupan timah ke luar negeri yang gagal total.
Kapal Pengangkut Timah Hancur Dihantam Badai.
Beberapa minggu sebelum penangkapan AHN, tepatnya pada November 2025, warga Sukai dan Keraji, Desa Mayang, Kecamatan Teritip, Kabupaten Bangka Barat, digegerkan dengan insiden sebuah kapal kayu berkapasitas puluhan ton yang menabrak karang dan dihantam badai, menurut Nelayan sekitar pada Jum'at (12/12/2025), menceritakan bahwa kapal yang bermuatan timah pasir tersebut hancur di perairan.
“Kapalnya sudah dibakar dan ditenggelamkan untuk menghilangkan jejak, sementara timahnya dibawa kembali ke gudang. Mereka mau menyelundup tapi dihantam badai,” katanya.
Apin menambahkan bahwa aktivitas penyelundupan tersebut melibatkan beberapa “bos” selain AHN, termasuk kolektor berinisial AJ dari Mentok.
Senada dengan Apin, warga lain, ErW, yang juga menyaksikan kejadian tersebut, menyebutkan bahwa satu dari lima Anak Buah Kapal (ABK) sempat hilang semalaman sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
“Sempat satu ABK hilang waktu dihantam badai. Kami juga ikut melakukan pencarian dan mengangkut timah kembali ke mobil. Ada juga kendalanya, mobil truk sempat nyangkut saat akan membawa pulang kembali timah tersebut,” ujar ErW.
AHN Ditangkap dengan 7 Ton Barang Bukti
Setelah insiden kecelakaan laut yang menjadi perbincangan warga, AHN akhirnya diamankan.
AF (38), warga Mentok, membenarkan informasi penangkapan tersebut kepada Radakbabel.com.
“Kemarin, Rabu (10/12/2025), AHN telah diamankan oleh Satgas Halilintar. Kalau cerita anak buahnya, ada 7 ton timah pasir kering disita dari gudang AHN,” ungkap AF.
AF menambahkan bahwa timah yang diselundupkan AHN di wilayah Rambat-Mayang sudah diketahui banyak pihak.
“Semua orang tahu siapa dalang dari penyelundupan itu, nanti saya cari foto dulu bro saat penyelundupan dan penangkapan gudang timahnya,” tutup AF.
Pihak kepolisian atau Satgas Halilintar belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan AHN dan total kerugian negara akibat upaya penyelundupan ini. (***)
Tags:
Berita



