Mentok, Bangka Barat — BAZNAS Kabupaten Bangka Barat resmi memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui penyaluran bantuan gizi bagi lima keluarga rentan stunting di Kecamatan Simpang Teritip. Bantuan ini diberikan melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) mulai November 2025 dan berlangsung selama enam bulan.
Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp 400.000 per bulan yang dibelanjakan oleh petugas PLKB dan kader KB desa sesuai kebutuhan gizi anak. Program ini merupakan kolaborasi antara BAZNAS Bangka Barat dan Dinas P3KAP2KB Bangka Barat.
Perwakilan P3KAP2KB, Eliyanti, menyatakan bahwa bantuan akan dipantau ketat agar benar-benar dikonsumsi oleh keluarga penerima.
“Jika anak sudah pulih sebelum enam bulan, bantuan dialihkan ke keluarga lain. Jika belum membaik, pendampingan dilanjutkan hingga tuntas,” ujarnya, Juma'at (21/11/2025)
Ketua BAZNAS Bangka Barat, Drs. Lili Suhendra Nato, menegaskan bahwa penyaluran ZIS harus kembali ke masyarakat dalam bentuk program nyata.
“Program GENTING membuktikan bahwa dana umat kembali untuk memperkuat keluarga rentan yang membutuhkan dukungan gizi,” kata Lili.
Ia juga menekankan bahwa stunting menyangkut masa depan generasi daerah.
“Melawan stunting berarti menjaga masa depan anak-anak. Setiap bantuan gizi adalah investasi jangka panjang,” tegasnya.
Kepala Dinas P3KAP2KB Bangka Barat, Sarbudiono, S.Pd, mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam memperluas jangkauan program.
“Peran BAZNAS sangat membantu percepatan penurunan stunting. Kita ingin Bangka Barat bebas stunting,” ujarnya.
Dari sisi pengumpulan ZIS, Wakil Ketua I BAZNAS Bangka Barat, H. Hasim Baharudin, mengakui bahwa pengumpulan dana belum maksimal.
“Namun dana yang terkumpul tetap kembali untuk masyarakat,” katanya.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, Wasis Utama Edi, S.Pd, memastikan bahwa setiap bantuan disalurkan sesuai ketentuan syariah dan kategori asnaf.
“Selama untuk kemajuan daerah, kita terus bergerak sesuai aturan syariah,” ujarnya.
Di lapangan, para kader KB dan PLKB menjadi ujung tombak pendampingan keluarga penerima manfaat. Mereka memastikan bantuan diolah menjadi makanan bergizi dan dikonsumsi anak setiap hari.
“Ini bukan hanya memberi, tetapi mendampingi,” kata Eliyanti.
Program GENTING mengusung konsep gotong royong melalui peran donatur yang bertindak sebagai orang tua asuh bagi keluarga rentan stunting. Bergabungnya BAZNAS memperkuat struktur program dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Ketua BAZNAS Bangka Barat menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Stunting tidak dapat ditangani satu pihak saja. BAZNAS hadir memastikan bantuan tersalurkan dengan benar,” ujar Lili.
Tags:
Berita



